Sistem Klasifikasi Tingkat Stres Mahasiswa Tingkat Akhir Berbasis Web Menggunakan Support Vector Machine
Main Article Content
Abstract
Tekanan selama penyusunan tugas akhir, keterbatasan waktu, serta tuntutan kelulusan menjadi pemicu utama stres akademik yang rentan dialami mahasiswa tingkat akhir. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan performa akademik. Guna memberikan solusi deteksi dini, penelitian ini mengembangkan sistem klasifikasi tingkat stres berbasis web menggunakan algoritma SVM. Data penelitian diperoleh dari 65 mahasiswa tingkat akhir STMIK Palangkaraya melalui kuesioner dengan instrumen PSS-10. Data yang terkumpul kemudian melalui tahapan prapemrosesan, pelabelan, dan normalisasi sebelum digunakan dalam proses pemodelan SVM dengan beberapa variasi kernel, yakni linear, polynomial, RBF, dan sigmoid. Penyetelan hyperparameter dilakukan menggunakan GridSearchCV dengan pendekatan cross-validation. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SVM dengan kernel polynomial menghasilkan kinerja paling optimal, ditunjukkan oleh nilai macro F1-score sebesar 0,914 serta tingkat akurasi 92,31% pada data uji. Temuan ini mengindikasikan bahwa model mampu mengidentifikasi tingkat stres mahasiswa secara tepat dan konsisten. Penerapan sistem dalam bentuk aplikasi web memungkinkan proses pengukuran stres dilakukan secara praktis dan efisien, serta berpotensi menjadi sarana awal dalam mendukung evaluasi stres akademik mahasiswa.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
[1] E. Sitepu, J. Tampubolon, S. Manulang, and S. N. Amalia, “Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada mahasiswa tingkat akhir S1 Matematika di Universitas Negeri Medan,” Statistika, vol. 24, no. 1, pp. 93–101, 2024, doi: 10.29313/Statistika.V24i1.3257.
[2] I. A. Nurcholis, W. Safitri, and F. Alfiani, “Academic stress scale on final year English students when writing thesis during pandemic COVID-19 at Universitas Muhammadiyah Bengkulu,” J. Eduscience, vol. 10, vo. 1, pp. 75–86, Apr. 2023, doi: 10.36987/Jes.V10i1.3940.
[3] W. R. Silviani, H. Hastuti, and W. N. Fida, “Hubungan komunikasi interpersonal dosen pembimbing mahasiswa terhadap tekanan psikologis dalam menyusun skripsi,” J. Ilm. Komun. Jikom Stikom Ima, vol. 15, no. 01, p. 40, Mar. 2023, doi: 10.38041/Jikom1.V15i01.243.
[4] E. M. Ladapase and A. Sona, “Gambaran stres akademik pada mahasiswa Universitas Nusa Nipa Indonesia di Maumere,” Empower. J. Mhs. Psikol. Univ. Buana Perjuangan Karawang, vol. 2, no. 2, pp. 42–47, Jan. 2023, doi: 10.36805/Empowerment.V2i2.664.
[5] M. Widyaningsih, R. Rosmiati, and P. I. Prakoso, “Predicting anxiety of STMIK Palangkaraya students using K-means clustering and Gaussian naïve Bayes,” J. Tek. Inform. Jutif, vol. 7, no. 1, pp. 169–184, Feb. 2026, doi: 10.52436/1.Jutif.2026.7.1.5259.
[6] P. Jayadurga and P. Aruna, “Analyzing the impact of sleep trait in the detection and prediction of stress through machine learning,” Ymer Digit., Vol. 21, No. 07, Pp. 382–400, Jul. 2022, Doi: 10.37896/Ymer21.07/30.
[7] R. V. Anand, A. Q. Md, S. Urooj, S. Mohan, M. A. Alawad, and A. C., “Enhancing diagnostic decision-making: Ensemble learning techniques for reliable stress level classification,” Diagnostics, vol. 13, no. 22, p. 3455, Nov. 2023, doi: 10.3390/Diagnostics13223455.
[8] N. A. M. Samsudin, S. M. Shaharudin, N. A. F. Sulaiman, M. F. M. Fuad, M. F. Zulfikri, and N. H. Zainuddin, “Modeling student’s academic performance during COVID-19 based on classification in support vector machine,” Turk. J. Comput. Math. Educ. Turcomat, vol. 12, no. 5, pp. 1798–1804, Apr. 2021, doi: 10.17762/Turcomat.V12i5.2190.
[9] A. Asram, S. Riskiyani, and R. M. Thaha, “Validity and reliability of the Indonesian version of the perceived stress scale (PSS) and self-reporting questionnaire (SRQ) questionnaire: study of stress levels and mental health conditions in master students of the faculty of public health,” Int. J. Chem. Biochem. Sci., vol. 25, no. 19, Jul. 2024, doi: 10.62877/84-Ijcbs-24-25-19-84.
[10] P. O. Garriott and S. Nisle, “Stress, coping, and perceived academic goal progress in first-generation college students: the role of institutional supports.,” J. Divers. High. Educ., vol. 11, no. 4, pp. 436–450, Dec. 2018, doi: 10.1037/Dhe0000068.
[11] S. Cohen, T. Kamarck, and R. Mermelstein, “A global measure of perceived stress,” J. Health Soc. Behav., Vol. 24, No. 4, Pp. 385–396, 1983, Doi: 10.2307/2136404.
[12] A. H. Suasapha, “Skala likert untuk penelitian pariwisata; beberapa catatan untuk menyusunnya dengan baik,” J. Kepariwisataan, vol. 19, no. 1, pp. 26–37, Mar. 2020, doi: 10.52352/Jpar.V19i1.407.
[13] N. M. T. O. Adriana, I. M. A. D. Suarjaya, and D. P. Githa, “Analisis sentimen publik terhadap aksi demonstrasi di Indonesia menggunakan support vector machine dan random forest,” Decode J. Pendidik. Teknol. Inf., vol. 3, no. 2, pp. 257–267, Jun. 2023, doi: 10.51454/Decode.V3i2.187.
[14] H. D. Kartika, G. E. Hayatulah, and A. Khumaidi, “Comparison of kernel support vector machine in predicting judges’ decisions at the Bekasi district court,” J. Ilm. Merpati Menara Penelit. Akad. Teknol. Inf., vol. 10, no. 3, p. 145, Dec. 2022, doi: 10.24843/Jim.2022.V10.I03.P03.
[15] I. S. Al-Mejibli, J. K. Alwan, and D. H. Abd, “The effect of gamma value on support vector machine performance with different kernels,” Int. J. Electr. Comput. Eng. Ijece, vol. 10, no. 5, p. 5497, Oct. 2020, doi: 10.11591/Ijece.V10i5.Pp5497-5506.