Implementasi Metode International Prostate Symptom Score (IPSS) Untuk E-Screening Penentuan Gejala Benign Prostate Hyperplasia (BPH)

Main Article Content

Rusliyawati Rusliyawati
Kurnia Muludi
Agus Wantoro
Dimas Aminudin Saputra

Abstract

Benign Prostat Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran dari kelenjar prostat jinak yang umum dialami oleh pria lanjut usia yang memiki populasi sekitar 8% pada dekade ke 4 dan mengalami peningkatan hingga 90% dalam dekade ke 9. Pasien yang mengalami gangguan kesehatan perlu dilakukan pemeriksaan dini untuk segera mendapatkan kepastian penyakit dan segera mendapatkan pengobatan. Proses pemeriksaan untuk menentukan sejauh mana gejala yang dialami penderita menggunakan metode International Prostate Symptom Score (IPSS). Proses pemeriksaan tahap awal pasien masih dilakukan secara manual dengan melakukan tanya jawab antara dokter dengan pasien atau disebut dengan anamnesis. Anamnesis dilakukan untuk mendapatkan data tentang riwayat penyakit penderita yang pada umumnya dilakukan di rumah sakit atau puskesmas, hal tersebut berdampak kepada penderita yang merasa sensitif jika ditanyakan mengenai pertanyaan yang bersifat pribadi dan keterbatasan waktu dalam berfikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, oleh karena itu perlu dibangun sebuah sistem untuk memberikan solusi dari permasalahan tersebut berupa Sistem Informasi E-Screening untuk menentukan Gejala Benign Prostate Hyperplasia berbasis mobile yang dapat digunakan untuk masyarakat dalam melakukan pemeriksaan untuk mengetahui informasi penyakit yang diderita dan tingkat keparahan. Sistem yang dikembangkan telah dilakukan evaluasi menggunakan tabel confusion matrix. Hasil perhitungan diperoleh nilai accuracy 100%, nilai precision 100% dan nilai recall 100%

Article Details

Section
Articles

References

[1] R. C. Langan, “Benign Prostatic Hyperplasia,” Prim. Care - Clin. Off. Pract., vol. 46, no. 2, pp. 223–232, 2019, doi: 10.1016/j.pop.2019.02.003.
[2] I. Saputra, J. Teknik, I. Fakultas, T. Universitas, and M. Jember, “Kelenjar prostat merupakan organ tubuh pada laki-laki yang berbentuk seperti kacang kenari , kelenjar prostat terletak di dasar kandung kemih dan mengelilingi uretra posterior , salah satu gangguan pada prostat adalah terjadinya pembesaran yang lazimnya t,” pp. 2–5, 2008.
[3] Medscape, “International Prostate Symptom Score (IPSS),” medscape.com, 2020. https://reference.medscape.com/ (accessed Feb. 20, 2021).
[4] Tjahjodjati et al., “Panduan Penatalaksanaan Klinis Pembesaran Prostat Jinak ( Benign Prostatic Hyperplasia / BPH ),” Ikat. Ahli Urol. Indones., pp. 1–27, 2017.
[5] C. K. ho Wong et al., “Use of the International Prostate Symptom Score (IPSS) in Chinese male patients with benign prostatic hyperplasia,” Aging Male, vol. 20, no. 4, pp. 241–249, 2017, doi: 10.1080/13685538.2017.1362380.
[6] A. Roy, A. Singh, D. Sidhu, R. Jindal, M. Malhotra, and H. Kaur, “New visual prostate symptom score versus international prostate symptom score in men with lower urinary tract symptoms: A prospective comparision in Indian rural population,” Niger. J. Surg., vol. 22, no. 2, p. 111, 2016, doi: 10.4103/1117-6806.189002.
[7] C. Vuichoud and K. R. Loughlin, “Benign prostatic hyperplasia: Epidemiology, economics and evaluation,” Can. J. Urol., vol. 22, no. October, pp. 1–6, 2015.
[8] E. Rahmawati, T. Putri, and A. D. Setyarini, “Pencegahan Kanker Leher Rahim dengan Edukasi Screening IVA Test,” pp. 17–19, 2018.
[9] E. Kocjancic and V. Iacovelli, “Benign prostatic hyperplasia (BPH),” in Encyclopedia of Reproduction, vol. 1, no. 2, 2018, pp. 467–473.
[10] M. A. Bimandama et al., “Benign Prostatic Hyperplasia dengan Retensi Urin dan Vesicolithiasis Benign Prostatic Hyperplasia with Urine Retention and Vesicolithiasis,” vol. 5, pp. 655–661, 2018.
[11] C. A. Tam et al., “The International Prostate Symptom Score (IPSS) Is an Inadequate Tool to Screen for Urethral Stricture Recurrence After Anterior Urethroplasty,” Urology, vol. 95, pp. 197–201, 2016, doi: 10.1016/j.urology.2016.04.006.
[12] J. Oliver, “Metode Penelitian,” Metod. Penelit., 2013.
[13] S. Agarwal, Data mining: Data mining concepts and techniques. 2014.
[14] D. C. K. Soh, E. Y. K. Ng, V. Jahmunah, S. L. Oh, R. S. Tan, and U. R. Acharya, “Automated diagnostic tool for hypertension using convolutional neural network,” Comput. Biol. Med., vol. 126, no. July, 2020, doi: 10.1016/j.compbiomed.2020.103999.