Sistem Monitoring Kebakaran Hutan Berbasis Android

Main Article Content

Ira Puspita Sari
Zul Indra
Erwin Alfianda

Abstract

Kebakaran hutan adalah areal pembakaran hutan atau lahan yang luas atau kecil. Kebakaran hutan biasanya tidak terkendali, begitu terjadi akan membakar apa saja yang ada di sekitarnya. Ada dua penyebabnya, salah satunya adalah pembakaran alami atau pembakaran ulah manusia. Salah satu kebakaran akibat ulah manusia adalah pembakaran masyarakat sekitar hutan untuk merebut kembali atau membuka lahan pertanian atau hutan buatan. Masyarakat berkeyakinan bahwa penggunaan api untuk membuka lahan tidak memakan waktu lama dan lebih ekonomis, jika penggunaan api tidak tepat dapat menyebabkan hutan terbakar. Kebakaran hutan di Provinsi Riau sering terjadi. Akan tetapi, masyarakat minim mengetahui adanya kebakaran hutan di Riau karena kurangnya media informasi mengenai dimana saja terjadinya titik api kebakaran hutan. Dengan adanya aplikasi ini dapat membantu masyarakat untuk lebih mengetahui dimana saja area titik api yang pernah terbakar. Aplikasi ini terdiri dari 2 level akses yaitu: admin dan user. Untuk admin dan user proses pembuatannya menggunakan aplikasi Android Studio dengan java sebagai bahasa pemogramannya, aplikasi ini menggunakan Firebase sebagai Database untuk mengetahui area lokasi titik kebakaran api menggunakan Google Maps API. Pengujian pada aplikasi dibuat untuk menguji apakah aplikasi telah berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Hasil pengujian menggunakan metode blackbox testing.

Article Details

Section
Articles

References

[1] M. Badri, D. P. Lubis, D. Susanto, and D. Suharjito, “Sistem Komunikasi Peringatan Dini Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau,” J. Penelit. Komun. dan Pembang., vol. 19, no. 1, pp. 1–16, 2018.
[2] T. Hidayat, M. Priyatna, A. Sutanto, A. Al Khudri, and R. Komaruddin, “Informasi Sebaran Titik Panas Berbasis WebGIS untuk Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia,” J. Teknol. Lingkung., vol. 20, no. 1, pp. 105–112, 2019.
[3] Jubilee Enterprise, Mengenal Dasar-Dasar Pemrograman Android. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2015.
[4] Y. S. Budi, H. N. Palit, and Y. Yulia, “Desain Aplikasi Antrian Berbasis Android,” J. Infra, vol. 4, no. 2, pp. 193–199, 2016.
[5] S. Steiniger and E. Bocher, “An overview on current free and open source desktop GIS developments,” Int. J. Geogr. Inf. Sci., vol. 23, no. 10, pp. 1345–1370, 2009.
[6] A. Adil, Sistem Informasi Geografis. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2017.
[7] I. Swastikayana, “Sistem Informasi Geografis Berbasis Web untuk Pemetaan Pariwisata Kabupaten Gianyar (Studi Kasus pada Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar),” Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, 2011.
[8] M. Subhan, “Pengenalan Database.” IlmuKomputer.Com, 2003.
[9] A. Faisal and S. H. Tirtamihardja, “Simulator Sistem Monitoring dan Peringatan Dini Kebakaran Gedung Berbasis Web,” Jetri J. Ilm. Tek. Elektro, vol. 17, no. 1, pp. 57–72, 2019.
[10] G. Svennerberg, Beginning Google Maps API 3. New York: Apress, 2010.
[11] E. Woychowsky, AJAX: Creating web pages with asynchronous JavaScript and XML. New Jersey: Prentice Hall, 2006.
[12] L. A. Sandy, R. J. Akbar, and R. R. Hariadi, “Rancang Bangun Aplikasi Chat pada Platform Android dengan Media Input Berupa Canvas dan Shareable Canvas untuk Bekerja dalam Satu Canvas Secara Online,” J. Tek. ITS, vol. 6, no. 2, 2017, doi: 10.12962/j23373539.v6i2.23782.
[13] E. A. W. Sanad, “Pemanfaatan Realtime Database di Platform Firebase Pada Aplikasi E-Tourism Kabupaten Nabire,” J. Penelit. Enj., vol. 22, no. 1, pp. 20–26, 2019, doi: 10.25042/jpe.052018.04.