Metode Pose to Pose untuk Membuat Animasi 3 Dimensi Islami "Keutamaan Berbuka Puasa"

Main Article Content

Mahadir Muhamad Erfin Abdilah
Juniardi Nur Fadila
Fresy Nugroho

Abstract

Berkembangnya teknologi di bidang computer graphics memberikan kemudahan dalam mengolah suatu karya grafis salah satunya adalah animasi 3D. Dalam pembuatan animasi 3D terdapat permasalahan utama yang biasa menjadi tantangan bagi para animator. Permasalahan utama dalam pembuatan animasi 3D adalah kualitas gerakan yang kasar atau tidak terkesan nyata. Untuk membuat gerakan yang halus dan tampak nyata dapat dilakukan melalui banyak metode salah satunya adalah metode pose to pose. Animasi 3D islami berjudul Keutamaan Berbuka Puasa sebagian besar berisi gerakan dalam memperagakan taat cara berbuka puasa yang baik dan benar untuk mendapatkan keutamaan berbuka. Pembuatan animasi ini dibuat melalui software blender dengan menerapkan metode pose to pose. Sebagai hasil pembuatan paper ini, film animasi 3D berjudul Keutamaan Berbuka Puasa diharapkan dapat dibuat dengan kualitas gerakan yang bagus dengan menggunaan metode pose to pose serta dapat memberikan hiburan dan edukasi yang baik.

Article Details

Section
Articles

References

[1] D. Suhardiman, “Pembuatan Simulasi Pergerakan Objek 3D menggunakan OpenGL,” J. Tek. Elektro dan Komput., vol. 2, no. 1, pp. 1–6, 2012.
[2] Z. Azmi, “Implementasi grafika komputer untuk pembuatan animasi,” Saintikom, vol. 10, no. 3, pp. 208–212, 2011.
[3] H. Nainggolan, “Perancangan Animasi Wayang Pandawa Lima dalam Lakon Pilkada dengan Menggunakan Metode Pose to Pose,” Maj. Ilm. INTI, vol. 5, no. 1, pp. 64–69, 2017.
[4] Y. Syahfitri, “Teknik Film Animasi Dalam Dunia Komputer,” J. SAINTIKOM, vol. 10, no. 3, pp. 213–217, 2011.
[5] A. Rachman and I. Nadiyati, “Dakwah Melalui Film Animasi,” ORASI J. Dakwah dan Komun., vol. 9, no. 2, p. 29, 2018, doi: 10.24235/orasi.v9i2.3690.
[6] M. Mahfud and R. Kertamukti, “Desain Komunikasi Dakwah Visual Animasi 2d Untuk Anak.,” Profetik J. Komun., vol. 9, no. 2, pp. 45–64, 2016.
[7] Z. Aziz, “Fluxus Animasi Dan Komunikasi Di Era Media Baru Digital,” CHANNEL J. Komun., vol. 7, no. 1, p. 49, 2019, doi: 10.12928/channel.v7i1.13017.
[8] S. F. Salmon, V. Tulenan, and B. A. Sugiarso, “Penggunaan Metode Pose to Pose dalam Pembuatan Animasi 3D Tarian Minahasa Maengket,” J. Tek. Inform., vol. 12, no. 1, pp. 1–9, 2017, doi: 10.35793/jti.12.1.2017.17867.
[9] Y. Affandi, N. Satia Nuryanto, E. Mahendra, and S. Eka Setiawan, “Implementasi Metode Pose to Pose dalam Pembuatan Animasi 2D Gerakan Ruku’ Shalat,” Respati, vol. 14, no. 1, pp. 12–16, 2019.
[10] I. H. Purwanto, L. Qodarsih, F. H. Majid, and K. A. Syamrahmarini, “Implementasi Pose To Pose Pada Simulasi Gerak Panda Berjalan Dengan Teknik Frame By Frame,” Explore, vol. 9, no. 1, p. 43, 2019, doi: 10.35200/explore.v9i1.164.
[11] V. Waeo, A. S. M. Lumenta, and B. A. A. Sugiarso, “Implementasi Gerakan Manusia Pada Animasi 3D Dengan Menggunakan Menggunakan Metode Pose to pose,” J. Tek. Inform., vol. 9, no. 1, pp. 1–8, 2016, doi: 10.35793/jti.9.1.2016.14641.
[12] K. T. Markova, T. A. Dovramadjiev, and G. V. Jecheva, “Computer parametric designing in Blender software for creating 3D paper models,” Annu. J. Tech. Univ. Varna, Bulg., vol. 1, no. 1, pp. 77–84, 2017, doi: 10.29114/ajtuv.vol1.iss1.44.
[13] T. Zebua, B. Nadeak, and S. B. Sinaga, “Pengenalan Dasar Aplikasi Blender 3D dalam Pembuatan Animasi 3D,” J. ABDIMAS Budi Darma, vol. 1, no. 1, pp. 18–21, 2020.
[14] J. Nari, V. Tulenan, S. Sentinuwo, Y. Rindengan, and O. Lantang, “Perancangan Studio Musik Bambu Dengan Perspektif Animasi 3D,” J. Tek. Inform., vol. 4, no. 2, pp. 1–7, 2015, doi: 10.35793/jti.4.2.2014.6988.
[15] R. Muhammad and E. P. A. Sugara, “Sejarah Pembangunan Masjid Agung Palembang dalam Video Animasi 3 Dimensi,” Gestalt, vol. 1, no. 2, pp. 227–240, 2019.
[16] S. Nofiadi, T. Listyorini, and A. Susanto, “Metamorfosis Kupu-Kupu,” dSimetris, vol. 8, no. 1, pp. 299–308, 2017.
[17] M. F. Amelia and W. T. Atmojo, “Pengenalan Perusahaan Berbasis Animasi Pada CV Dhifarindo Global Dengan Metode Multimedia Development Life Cycle,” J. Inov. Inform., vol. 3, no. 2, pp. 33–42, 2018.
[18] B. Yekti, “Studi Efektivitas Praktik Modeling Dalam Produksi Asset Animasi Stop Motion Menggunakan 3D Printing,” Ultim. J. Komun. Vis., vol. 7, no. 2, pp. 36–46, 2016, doi: 10.31937/ultimart.v7i2.384.
[19] R. R. Punusingon, A. S. Lumenta, and Y. D. Y. Rindengan, “Animasi Sosialisasi Undang–Undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” J. Tek. Inform., vol. 12, no. 1, 2017, doi: 10.35793/jti.12.1.2017.17796.
[20] H. S. Suratinoyo, H. Wowor, J. Robot, and S. Karouw, “Cerita Rakyat Daerah Minahasa : Implementasi Short Film Animasi 3D,” J. Tek. Inform., vol. 2, no. 2, 2013, doi: 10.35793/jti.2.2.2013.2709.
[21] U. A. Wildy, “Animating Karakter pada Film Animasi 3D Perjalanan Rempah - Rempah,” 2017.
[22] Y. Caroline, V. Tulenan, and B. A. Sugiarso, “Rancang Bangun Film Animasi 3 Dimensi Universitas Sam Ratulangi,” J. Tek. Inform., vol. 9, no. 1, pp. 1–7, 2016, doi: 10.35793/jti.9.1.2016.14639.
[23] A. R. Putri et al., “Pembuatan Simulasi Perang Zaman Pertengahan dengan Metode Pose to Pose Menggunakan Software Blender,” JISKA (Jurnal Inform. Sunan Kalijaga), vol. 6, no. 1, p. 1, 2021, doi: 10.14421/jiska.2021.61-01.
[24] M. V. Rompas, A. Sinsuw, J. Robot, and X. Najoan, “Perancangan Gedung Fakultas Teknik Unsrat Dengan Perspektif Animasi 3D,” J. Tek. Inform., vol. 2, no. 2, 2013, doi: 10.35793/jti.2.2.2013.2332.